Profil
Diposting tanggal: 17 September 2014

Bangunan SMA Negeri 2 Cimahi dibangun pada tahun 1976, dengan bangunan utama ruang kelas bagian barat dan ruang laboratorium IPA. Masyarakat saat itu mengenalnya dengan sebutan SMA Sriwijaya. Mulai tahun 1978 SMA Sriwijaya mendapatkan siswa tetapi masih merupakan bagian (SMA Filial) dari SMA Negeri Cimahi (SMA Negeri 1 Cimahi sekarang) yang berlokasi di pasar atas.

Siswa yang belajar di SMA Sriwijaya disebut sebagai kelas jauh dari SMA Negeri Cimahi. Selama menjadi kelas jauh dari SMA Negeri Cimahi pengelolaan SMA Sriwijaya dipercayakan kepada Bapak Drs. Tatang Bachrum A. F.

Sejalan dengan perkembangan jumlah penduduk serta meningkatnya jumlah anak sekolah tingkat lanjutan tingkat atas Cimahi, maka melalui Surat Keputusan Menteri No. 0220/0/1981 tertanggal 14 Juli 1981;status SMA Negeri Sriwijaya sebagai filial dari SMA Negeri Cimahi ditetapkan sebagai SMA Negeri 2 Cimahi dan Bapak Drs. Tatang Bachrum A.F. Diangkat sebagai kepala sekolah dan selanjutnya SMA Negeri Cimahi menjadi SMA Negeri 1 Cimahi, maka tenaga pengajarnya diisi oleh sebagian para guru dari SMA Negeri 1 Cimahi.

Untuk menjawab tuntutan masyarakat, maka secara bertahap diupayakan melengkapi sarana prasarana belajar yang pada gilirannya dapat menunjang peningkatan prestasi akademis para siswanya.

SMA Negeri 2 Cimahi sepanjang keberadaannya tercatat merupakan sekolah yang menjadi pilihan pertama bagi siswa dan orangtua siswa SLTP/SMP di Cimahi dan sekitarnya. Dari prestasi para lulusannya SMA Negeri 2 Cimahi selalu meraih predikat dengan rata-rata nilai yang paling tinggi di wilayah Kabupaten Bandung. Demikian juga sampai sekarang setelah cimahi lepas dari Kabupaten Bandung dan berdiri sebagai kota tersendiri. SMA Negeri 2 Cimahi ditunjuk sebagai sekolah RSBI (Rintisan Sekolah Berstandar Internasional) mulai tahun pelajaran 2009-2010 sampai dengan 2012-2013. Mulai tahun pelajaran 2013-2014 kembali menjadi sekolah regular sehubungan dengan kebijakan pemerintah meniadakan RSBI.

Dari prestasi akademis serta non akademis yang ditunjukkan oleh para siswa SMA Negeri 2 Cimahi maka suatu hal wajar kalau Pemerintah telah memberikan piagam penghargaan kepada SMA Negeri 2 Cimahi sebgai sekolah yang bermutu tinggi (Piagam Penghargaam No.002/Kep/3268-Disdik/2002 tanggal 20 Juni 2002) dan Badan Penghargaan Badan Akreditas Sekolah Jawa Barat sebagai sekolah dengan akreditas ”A” / Amat Baik.

Dengan semakin kompleksnya tuntunan masyarakat terhadap mutu atau kualitas para lulusan SMA, maka SMA Negeri 2 Cimahi terus berbenah diri baik dalam bidang sarana prasarana dan peningkatan sumber daya para tenaga pengajarnya agar masyarakat luas tetap percaya kepada SMA Negeri 2 Cimahi dan untuk hal ini perlu adanya kerjasama antara Sekolah, Orang Tua dan Masyarakat.

Pada tahun 2009 SMA Negeri 2 Cimahi mendapat kepercayaan dari pusat sebagai pelaksana program RSBI dengan surat keputusan Nomor: 1823/C.C4/LL/2009 tertanggal 24 Juni 2009.Dengan didukung kompetensi tenaga pendidik dan kependidikan yang tinggi dan fasilitas yang tersedia, SMAN 2 Cimahi terus memantapkan diri untuk menjadi sekolah bertaraf internasional. Selain itu, SMAN 2 Cimahi terus melakukan  usaha peningkatan kemampuan bahasa inggris tenaga pendidikan dan kependidikan serta peserta didik, sehingga diharapkan predikat sekolah bertaraf internasional dapat dicapai, sesuai dengan batas waktu yang diberikan.

Mulai tahun pelajaran 2013-2014 sesuai dengan kebijakan pemerintah bahwa seluruh SMARSBI ditiadakan dan dikembalikan menjadi sekolah biasa, maka SMA Negeri 2 Cimahi pun kembali menjadi sekolah biasa. Walaupun demikian program-program sekolah yang sudah ditetapkan sebelumnya tetap berjalan seperti semula, karena walaupun tanpa label RSBI SMA Negeri 2 Cimahi tetap memiliki komitmen untuk menjadi sekolah yang unggul baik dalam bidang akademis maupun non akademis. Begitu pula halnya dengan penjaminan mutu yang sudah kita raih melalui ISO9001:2008 akan terus kita pertahankan.

Pada tahun 2015 SMA Negeri 2 Cimahi ditunjuk oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia sebagai Sekolah Perintis Ujian Nasional Berbasis Komputer atau Computer Test Based yang sering disebut UN CBT.